Kapasitas Harus Bertumbuh Sebelum Kepercayaan Diperbesar
- Samuel Mulyono

- 3 hours ago
- 1 min read

Allah tidak hanya memperhatikan seberapa besar berkat, peluang, pengaruh, atau sumber daya yang kita minta, tetapi juga seberapa besar kapasitas yang sudah terbentuk di dalam diri kita untuk memikul semuanya dengan benar. Yohanes 16:12 mencatat Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa masih banyak hal yang ingin Ia sampaikan, tetapi mereka belum sanggup menanggungnya; kata Yunani bastazō (βαστάζω) berarti memikul atau membawa suatu bobot. Prinsipnya jelas: sesuatu yang besar membutuhkan manusia yang cukup kuat untuk membawanya. Karena itu, seorang HUIOS, yaitu anak Allah yang dewasa, tidak hanya meminta lebih banyak kesempatan, tetapi membangun karakter, kedisiplinan, hikmat, keterampilan, kemampuan mengelola uang, emosi, relasi, manusia, serta tanggung jawab. Kisah janda dalam 2 Raja-raja 4 juga memperlihatkan bahwa minyak terus mengalir selama masih tersedia keli (כְּלִי), yaitu wadah yang dapat menampungnya; ketika wadah habis, aliran berhenti. Demikian pula dalam Kerajaan Allah, kita tidak boleh hanya meminta aliran yang lebih besar tanpa memperbesar wadah kehidupan. Inilah DNA REIGN: Open Heaven, yaitu langit terbuka, harus melahirkan manusia yang semakin mampu membawa kehendak Surga ke bumi, sehingga ketika Tuhan memperbesar kepercayaan, kita tidak rusak oleh keberhasilan, tidak kehilangan karakter karena pengaruh, dan tidak menyia-nyiakan sumber daya karena ketidakmampuan mengelolanya.
"Jangan hanya minta Tuhan memberi lebih banyak; jadilah orang yang siap dipercaya lebih banyak, karena berkat yang besar membutuhkan karakter, hikmat, dan kapasitas yang besar."
Salam Kegerakan! PS. SAMUEL MULYONO

.png)
Comments